Tuesday

Mengungkap Fungsi Kumis Kucing


Fungsi Kumis Kucing
Fungsi Kumis Kucing
Kumis kucing ternyata memiliki pola yang unik yang berbeda pada satu kucing dengan yang lainnya, seperti sidik jari pada manusia. Namun, kumis pada semua kucing memiliki fungsi yang sama yakni sebagai mekanisme sensoris yang sangat penting.

Kerusakan pada kumis kucing tidak hanya menyebabkan kucing menjadi tidak nyaman, tetapi juga membuat mereka menjadi bingung dan kehilangan arah, selain itu banyak efek samping negatif lainnya yang akan dibahas di bawah.


Kumis kucing sendiri tidak lebih dari sejenis rambut tebal dan panjang biasa. Pentingnya kumis ini terletak pada kenyataan bahwa mereka berakar ke dalam folikel yang dikelilingi oleh jaringan otot yang sangat kaya akan sel saraf dan sel-sel sensorik. Sel-sel saraf pada akar ini kemudian terhubung ke area khusus dari otak kucing.


Fungsi utama dari kumis kucing adalah untuk bekerja sebagai sistem pemindaian (scanning) lingkungan. Yang menarik, kucing tidak perlu menyentuh objek dengan kumis mereka untuk mendeteksi objek.
 

Saraf di dasar kumis bahkan cukup sensitif untuk mendeteksi gerakan kecil udara yang menggetarkan kumis. Mereka begitu sensitif, kucing bahkan dapat mendeteksi gerakan udara dalam ruangan, seperti udara yang mengalir di sekitar perabotan, yang memungkinkan kucing tahu ada objek di sana, bahkan ketika keadaan sedang gelap gulita.

Oleh karena itu, nama ilmiah untuk kumis kucing adalah 'vibrissae' yang mengisyaratkan sensitivitas mereka untuk getaran dalam arus udara. Hal ini penting untuk kucing karena mereka adalah pelihat jarak jauh dan memiliki kesulitan untuk melihat hal-hal yang dekat (seperti orang yang mengalami rabun dekat).


Oleh karena itu, kucing liar di alam akan aktif di malam hari (nokturnal), karena hal ini akan membantu mereka "melihat" lebih jelas pada saat mereka berburu. Karena hal ini pula, kucing yang mengalami kebutaan pada mata mereka akan mengandalkan hampir sepenuhnya pada kumis mereka untuk menentukan arah dan mengetahui benda-benda di sekitarnya.


Penelitian juga telah menunjukkan bahwa kucing tanpa kumis akan mengalami kesulitan dalam memperkirakan ukuran bukaan pintu dan dapat dengan mudah terjebak.


Karena tidak seperti manusia yang dapat berjalan mundur dengan mudah, kucing memiliki struktur tulang selangka yang berbeda, sehingga mereka tidak dapat memutar balik melalui bukaan yang sangat sempit. Sehingga sekali mereka salah memperkirakan besar bukaan yang akan dilalui, mereka akan tersangkut.


Menariknya, ada juga beberapa bukti yang menunjukkan bahwa kumis kucing entah bagaimana juga membantu kucing dalam mendeteksi bau. Fakta juga menunjukkan bahwa kumis kucing penting untuk keseimbangan kucing. 
 

Tanpa kumis, kucing akan mengalami kesulitan untuk sekedar berjalan lurus apalagi ketika mereka berlari. Mereka juga cenderung akan salah menilai jarak ketika akan melompat sehingga sering terjatuh serta kadang-kadang suka berlari ke arah benda-benda dengan tidak terarah.


Mengingat pentingnya kumis ini bagi kucing, kucing memiliki semacam mekanisme pertahanan untuk melindungi kumisnya dari kerusakan. Ketika kucing sedang marah atau akan berkelahi, kumis akan ditarik masuk untuk menghindari kerusakan akibat perkelahian.


Selain itu kucing juga memiliki kemampuan untuk menumbuhkan kumisnya yang rusak, ketika kumisnya mengalami kerusakan atau tidak sengaja terpotong oleh anda, kumis kucing dapat kembali tumbuh asalkan folikel kumisnya sendiri tidak rusak.
 
 
Sumber : ApakabarDunia 

Selamat Setelah Bertemu Hiu Putih Ketika Mendayung Sampan

Seorang warga Amerika Serikat beruntung lolos dari ‘perjumpaannya’ dengan seekor hiu putih besar di sebuah resort terkenal di Amerika Serikat.

Selamat Setelah Bertemu Hiu Putih Ketika Mendayung Sampan
Walter Szulc Ketakutan ketika sampan yang sedang didayungnya didekati Hiu Putuh
 
Saat itu, Walter Szulc (41) sedang mendayung sampan kecilnya dekat pantai Cape Cod pada saat akhir pekan, ketika ia melihat sirip ikan hiu tepat berada di belakang sampannya tersebut.

Walter Szulc mengatakan, ia mendayung sampannya dengan sangat cepat menuju pantai di sebelah timur tempat wisata Massachusetts.

Para ahli mengatakan, predator tersebut tertarik dengan peningkatan populasi makanan favoritnya, a***g laut, yang ada di sekitar daerah tersebut.

"Saya melihat sirip ikan hiu itu di atas air, kemudian saya menunduk dan melihat tubuh ikan hiu tersebut. Menyadari bagian tubuh dari ikan hiu itu ada di bawah perahu saya, lalu saya hanya berpikir untuk terus melanjutkan mendayung," ungkap Walter Szulc pada kantor berita Associated Press.

Walter Szulc menambahkan, ia tiba bersama keluarganya di Pantai Nauset, Orleans dan mengatakan itu adalah kali pertamanya mendayung sampan di laut. Pantai Nauset langsung ditutup setelah kejadian pertemuan dengan hiu tersebut, sekitar 45 meter (150ft) dari pantai.

"Pernah ada laporan mengenai penampakan ikan hiu, tapi biasanya mereka lebih jauh, tidak di dekat pantai sini," ungkap Lee Miller, pemilik town beach tersebut. 



Sumber : PR

TKW Indonesia Menjadi Miliarder di Arab

Seorang pekerja rumah tangga asal Indonesia mendadak jadi kaya raya karena memperoleh warisan senilai lebih 20 juta riyal Saudi atau sekitar Rp50 miliar dari majikannya.

 

Seperti diberitakan harian lokal Okaz pada 9 Juli, tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia yang dirahasiakan namanya ini datang ke Arab Saudi berbekal visa kerja.

Ia bekerja pada seorang majikan yang berprofesi sebagai pengusaha kaya yang memiliki beragam properti di Kota Thaif.

Setelah sekian lama, majikan memutuskan untuk menikahinya. Namun, usia pernikahannya tidak berlangsung lama karena majikan yang juga suaminya meninggal dunia.

Menurut Abdullah Umar, seorang pemerhati sosial di Arab Saudi, majikan itu meninggalkan harta benda berupa tanah dan bangunan yang terdapat di beberapa sudut kota dan di pinggiran jalan raya Kota Thaif.

TKW itu memutuskan menetap di Arab Saudi sampai memperoleh bagian dari peninggalan suaminya.

Setelah lebih dari delapan tahun proses perundingan dengan semua ahli waris, hakim pengadilan Syeikh Abdurrahman Al-Dakhil pekan silam memutuskan bahwa TKW itu berhak mendapatkan bagian dari harta peninggalan suaminya.

TKW ini memperoleh bagian senilai lebih dari 20 juta riyal dari sejumlah tanah dan gedung apartemen peninggalan mendiang suaminya yang ditaksir bernilai 300 juta riyal Saudi setelah dijual melalui proses lelang terbuka.



Sumber : Antara

Monday

Samsung Ungkap Penyebab Galaxy S III Terbakar

Samsung berhasil mengungkap penyebab terbakarnya Galaxy S III yang terjadi di Dublin, Irlandia, bulan lalu. Samsung menyatakan tidak bertanggung jawab atas kerusakan tersebut karena penyebabnya adalah "sumber energi eksternal yang menghasilkan panas".

Samsung Galaxy S III Terbakar
Samsung Galaxy S III Terbakar

Dylan Kershaw, pemilik Galaxy S III yang terbakar, sebelumnya berkisah di sebuah situs web forum bahwa smartphone itu ia letakkan di dock mobil ketika ia sedang mengemudi. Posisi Galaxy S III tidak sedang mengisi daya baterai. Tiba-tiba ada suara ledakan dan percikan api.

Namun, hasil penyelidikan Samsung dan Fire Investigations dari Inggris tidak menyatakan demikian. Galaxy S III itu terbakar karena kesalahan pengguna.

"Satu-satunya cara yang menghasilkan kerusakan seperti ini adalah dengan meletakkan smartphone ke dalam microwave," tulis Samsung dalam blog resminya.

Setelah Samsung mengeluarkan hasil investigasi, si pemilik Galaxy S III itu akhirnya mencabut penyataan yang ia tulis sebelumnya di forum milis. "Kerusakan pada smartphone itu sebenarnya disebabkan oleh orang lain," katanya. Kershaw menceritakan bahwa Galaxy S III itu terendam air dan temannya berusaha mengeringkan dengan cara dimasukkan ke microwave.

"Kerusakan terjadi karena energi eksternal panas yang kuat. Tidak ada yang salah dengan smartphone itu, ini bukan tindakan yang disengaja, tapi kesalahan bodoh," tulis Kershaw.



Sumber : Kompas

Siswa SMA membuat "T-Box" Alat Pengubah Asap Rokok jadi Oksigen

Zihramma Afdi (17) dan Hermawan Maulana (16) Dua orang siswa kelas XI SMA Negeri 3 berhasil menciptakan "T-Box" Alat Pengubah Asap Rokok jadi Oksigen.
 
Keperdulian mereka gundah karena asap rokok yang diembuskan "ahli hisab" (sebutan untuk perokok) sangat mengganggu kesehatan lingkungan. Berbagai pengelola tempat umum dan instansi, termasuk yang ada di Kota Semarang sebenarnya telah menyediakan fasilitas ruangan merokok (smoking room) untuk "mengarantina" perokok, namun kebanyakan tak dimanfaatkan secara maksimal.



Kedua remaja itu melihat fasilitas "smoking room" kerap tak dimanfaatkan karena dibuat apa adanya, asal ruangan tertutup yang terisolasi. Bahkan, terkadang dibuat tanpa memerhatikan sirkulasi udara di ruang tersebut.

"Kalau `smoking room` dibuat seperti itu, tentu saja ruangan akan menjadi penuh asap. Tidak akan mungkin orang mau merokok di situ (smoking room). Beda kalau sirkulasi udara di ruangan itu diatur secara baik," kata Afdi.

Sejak Juni 2011, kedua remaja yang bersahabat sejak kelas X SMA itu memulai proyek menciptakan alat pengisap asap rokok dan dalam perkembangannya mereka kembali memutar otak untuk memaksimalkan fungsi alat itu.



Mereka membuat alat yang tidak hanya mampu mengisap asap rokok, melainkan sekaligus mampu menyaring karbondioksida (CO2) yang terkandung dalam asap rokok hingga didapatkan oksigen (O2). Oksigen dialirkan kembali ke dalam "smoking room".

Dalam mekanismenya di "smoking room", alat yang selesai digarap pada Juli 2012 itu berfungsi mengisap asap rokok, kemudian menyaringnya hingga tersisa oksigen yang akan dialirkan kembali ke dalam "smoking room".

Zihramma Afdi, remaja kelahiran Grobogan, Jawa Tengah, 17 Februari 1995 itu mengungkapkan, pembuatan alat tersebut sangat mudah, sederhana, dan murah.

Ia dan Hermawan Maulana hanya berbekal Rp200 ribu untuk menciptakan inovasi sains tersebut.


Meraih Penghargaan Medali Emas di Bangkok

Berbekal alat yang dinamai "T-Box Application to Reduce The Danger Impact of CO dan CO2 in Smoking Room" itu, mereka memberanikan diri maju ke ajang Internasional Exhibition for Young Inventors (IEIY) di Bangkok, Thailand.

Pada ajang yang berlangsung 28 Juni-1 Juli 2012 itu, alat ciptaan mereka ternyata merebut medali emas, mengalahkan inovasi-inovasi pelajar dari berbagai negara, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, China, dan Jepang.



Afdi, putra pasangan Abdul Hafid dan Ninik Budi itu mengaku awalnya sempat tidak percaya diri tatkala alat mereka diadu dengan hasil penemuan siswa-siswa dari negara lain. Apalagi, stan mereka bersebelahan dengan peserta dari Jepang.

Rekan satu timnya, Hermawan menambahkan bahwa alat ciptaan mereka itu hanya memerlukan komponen sederhana, seperti travo dua ampere, kipas adsorber, lempeng PCB, paku baja, dan "power supply" yang hanya menelan Rp200 ribu.

Cara kerja alat tersebut, asap rokok akan diisap ke dalam kotak (t-box) pertama oleh kipas adsorber yang didalamnya berisi sejumlah komponen yang dirancang sanggup menghasilkan loncatan listrik bertegangan 2.000 volt.

"Listrik bertegangan itu disebut plasma yang akan menghasilkan ozon. Ketika CO2 masuk, ozon akan bereaksi dengan CO2 dan mengikat molekul oksigen yang membentuk senyawa baru, yakni ozon dan oksigen," katanya.

Setelah delapan detik, kata Hermawan, ozon akan berubah menjadi oksigen, sedangkan karbon (C) mengalami proses elektroferesis.

"Output" dari "t-box" pertama berupa oksigen dan sisa CO2 yang belum terurai.

Selanjutnya, putra pasangan Suwaji dan Setijawati, warga Jalan Kenconowungu II/10 Semarang itu mengungkapkan molekul hasil proses "t-box" pertama itu masuk ke ruang filter, kemudian diisap lagi oleh "t-box" kedua.

"Melalui proses yang sama di `t-box` kedua, menghasilkan oksigen dalam persentase besar yang dialirkan kembali ke `smoking room`. Ini membuat `smoking room` tersuplai oksigen," kata remaja kelahiran Pekanbaru, 24 Mei 1996 itu.

Eksperimen mereka terhadap alat itu belum selesai. Kedua remaja jenius itu mengaku akan menyempurnakan alat tersebut untuk mengurangi kadar nikotin dan tar sehingga oksigen yang dihasilkan lebih bersih.

Kepala SMA Negeri 3 Semarang Hari Waluyo mengungkapkan kegembiraannya atas prestasi yang diraih dua anak didiknya itu, sebab mereka mampu mengalahkan pesaing dari negara-negara maju, terutama China dan Jepang.



"Mereka berhasil mengalahkan pesaingnya dari China, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Taiwan, dan Jepang. Kedua siswa ini duduk di kelas XI IPA, mereka bisa menjadi teladan adik-adik kelasnya," kata Hari.

Namun, mereka tak sendirian. Medali emas di ajang yang sama juga diperoleh siswa dari SMP Petra Surabaya dengan inovasi "Water Coated Helmet". Siswa SMA Negeri 2 Yogyakarta dan SD Muhammadiyah Manyar Gresik meraih perunggu.

"Mini Multi Commander" karya Dini Esfandiari dan Shofi Delaila Herdi dari SMA Semesta Semarang dan "Jarimatika Game" karya Nur Chabibur Rohim, Muhammad Asrori, dan Risang Yogardi dari SMK Negeri 1 Tengaran meraih penghargaan khusus.


Sumber : Antara