Showing posts with label Otomotif. Show all posts
Showing posts with label Otomotif. Show all posts

Tuesday

Proyek Ambisius Audi Membuat Rossi Bertahan di Ducati

Kendati rapor buram bersama Ducati masih menaungi, Valentino Rossi kembali menyampaikan sinyal bertahan di tim pabrikan asal Italia tersebut. Prospek menjanjikan yang ditawarkan Audi membuat dia memilih bertahan.

Valentino Rossi Bertahan di Tim Ducari Musim Depan
Valentino Rossi Bertahan di Tim Ducari Musim Depan


Musim depan, raksasa otomotif Jerman, Audi, resmi mengakuisisi Ducati. Segudang rencana besar pun diusung Audi untuk menyokong Ducati menatap balapan musim depan. Audi mengutarakan beragam program jangka panjang yang membuat Rossi ingin menjadi bagian proyek ambisius Audi bersama Ducati.

Usai balapan di GP Jerman, Rossi mendapat kesempatan untuk menemui petinggi Audi guna membahas rencana kerja Ducati dan Audi di musim depan. "Saya berbicara langsung dengan bos Audi. Mereka memiliki niat kuat untuk mendukung Ducati di masa mendatang guna kembali menunjukkan daya saingnya," ujar Rossi kepada Autosport.

Menyinggung masa depannya, dengan diplomatis Rossi menjawab masih ingin bertahan di tim legendaris asal Italia tersebut. The Doctor masih memiliki minat besar untuk mengembangkan performa Ducati. Dan, Rossi kembali menyatakan komitmen kuatnya untuk tetap setia bersama Ducati.

"Kami harus mengambil sisi positifnya dari motor yang kami miliki sekarang. Tapi kebanyakan, semuanya mencoba untuk memecahkan hal negatif yang membuat kami kehilangan banyak waktu. Saya dan tim telah memberikan beberapa indikasi sangat jelas. Kami masih akan bekerja di sana," beber pembalap yang identik dengan nomor 46 itu.

Dia menyampaikan, sebuah langkah cerdas bila perbaikan Desmosedici dilakukan dari berbagai hal mendasar selangkah demi selangkah. "Agar kami bisa mencapai level yang kompetitif, daripada membalikkan keadaan lagi," tuturnya.

Meski telah disokong Audi, Rossi menyatakan tidak ada perbaikan instan. Timnya masih perlu bekerja keras untuk mengembalikan reputasi yang sempat luntur. "Sayang, perbaikan instan itu tidak terjadi. Audi produsen mobil, bukan motor dan mereka tidak memiliki tongkat ajaib. Kami harus tetap optimistis dan memiliki keyakinan kuat," ujarnya.



Sumber : Viva News

Saturday

ITS juarai mobil hemat se-Asia Pasifik di Sirkuit Sepang

Tim "Sapu Angin" dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menjuarai kompetisi mobil hemat se-Asia Pasifik bertajuk "Shell Eco Marathon Asia 2012" di Sirkuit Sepang, Malaysia, 4-7 Juli, demikian Ketua Jurusan Teknik Mesin ITS Dr Ir Bambang Pramujati MScEng PhD dalam siaran pers, Sabtu malam.

http://img.antaranews.com/new/2011/07/small/20110714105647sapuangin-1.jpg
Rektor ITS, Prof Ir Priyo Suprobo Msc Phd (kiri) bersama President Director PT Shell Indonesia, Darwin Silalahi (kanan) melihat prototype mobil hemat energi pada peluncuran prototype "Mobil Sapu angin Hemat Energi" (FOTO ANTARA/Bhakti Pundhowo)
 
Ketua Jurusan Teknik Mesin ITS Dr Ir Bambang Pramujati MScEng PhD kepada ANTARA melalui surat elektronik dari Malaysia, Sabtu malam, melaporkan keberhasilan itu diraih ITS pada kelas "Urban Concept" yakni mobil "Sapu Angin 7".

"Meski tim Sapu Angin 6 dan Antasena 1 yang berlaga di kelas prototipe belum berhasil, namun tim Sapu Angin 7 yang berlaga dalam kelas Urban Concept mampu tampil sebagai juara," katanya.


Gelar juara itu diraih ITS dengan mencatat tingkat efisiensi bahan bakar hingga 167 kilometer per liter lewat "performa optimal" sejak race pertama hingga race terakhir.

Dalam kategori "Urban Concept" itu, tim ITS mampu mengalahkan tim senegara yakni ITB yang mencatat tingkat efisiensi hanya 149 kilometer per liter. ITS sendiri sudah tiga kali mengikuti ajang tahunan itu.

"Yang membanggakan adalah tingkat efisiensi 167 kilometer per liter itu mampu melampaui rekor terakhir pada tahun 2011 yang juga diraih ITS. Saat itu, ITS hanya mampu menembus efisiensi sebesar 150 kilometer per liter," katanya.

Ia menceritakan ITS sempat dibuat bingung dengan hasil perhitungan dari pihak Shell, karena tertinggal dari perolehan tim mobil Garuda dari ITB yakni 192 kilometer per liter mobil pada race pertama.

"Itu cukup mengejutkan, namun pihak Shell akhirnya melihat inkonsistensi dan setelah dilakukan perhitungan ulang memang terdapat kesalahan perhitungan oleh pihak Shell," katanya.

Untuk race pertama, tim "Sapu Angin" ITS sudah unggul dengan nilai 161 km per liter berbanding 142 km per liter dengan ITB, sebab kelas "urban concept" berbahan bakar Fatty Acid Methyl Ester (FAME) memang hanya diikuti oleh peserta dari Indonesia (ITS dan ITB), sehingga persaingan sangat ketat.

Setelah race pertama, hasil positif secara beruntun ditorehkan "Sapu Angin 7" yakni dari race kedua hingga kelima menempatkan "SA 7" di peringkat pertama kelas urban concept berbahan bakar FAME atau menjadi juara di kelasnya.

Sapu Angin 7 adalah mobil masa depan berbahan bakar biodiesel atau FAME. Mobil ini merupakan pengembangan dari Sapu Angin 5. Dalam berbagai uji coba, mobil ini sudah mampu menempuh jarak 300 km per satu liter solar. Mesin untuk sapu angin diambil dari mesin jetpump

Untuk Sapu Angin 6 di kelas prototipe merupakan generasi terbaru yang didesain lebih ringan dari generasi sebelumnya yakni berat pada tahun lalu mencapai 50 kilogram, tapi sekarang hanya 35 kilogram, sehingga bisa lebih hemat lagi.

"Mobil Sapu Angin 6 yang berbahan bakar bensin dan berlaga di kelas prototype itu semula ditargetkan dapat menjadi juara Asia," kata Manajer Umum Tim ITS `Sapu Angin 2012`, Yoga Dwi Widagdo.

Sementara itu, mobil Antasena yang baru diciptakan mahasiswa ITS pada tahun ini dengan bahan bakar gas hidrogen. Mobil yang berlaga di kelas prototipe itu merupakan inovasi baru mahasiswa Teknik Material Metalurgi yang didesain untuk menjadi mobil ramah lingkungan.

Tahun ini, kompetisi yang digagas Shell itu diikuti 136 tim dari 18 negara di Asia, termasuk lima negara yang baru berkompetisi dalam SEM Asia 2012, yakni Lebanon, Qatar, Uni Emirat Arab, Hong Kong dan Korea Selatan. Ke-136 tim itu terdiri dari 91 tim kelas prototipe dan 45 tim kelas "Urban Concept".


Sumber : Antara

Siswa SMK Ciptakan Mobil Berbahan Bakar Air

Guru dan siswa SMKN 1 Purworejo, Jawa Tengah, mengembangkan air sebagai pengganti bahan bakar minyak untuk menggerakkan kendaraan bermotor. Alat yang digunakan merupakan instrumen tambahan sistem pembentukan hidrogen. Ini dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja mesin dan menekan polutan gas buang.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMJGOstwws0sz92sBPl2_wLF2_dMqeMTXaCGhUD1NC3VXYOn96YFruJJn8t8KDetqcYxrdl1dlxmgoSMgeY5P4Trl2JPz3HW9a4Ma5WMokJZOM5SDozoRNa_lHCZITXEC5vHsaEhLRdTQ/s320/mobil-berbahan-bakar-air-386x170.jpg

Sistem ini terdiri dari dua buah reaktor. Satu reaktor merupakan pembangkit uap air dan pengendali panas yang menghasilkan uap air panas pada konsentrasi rendah hingga kerapatan ikatan senyawa air merenggang.

Uap air panas itu kemudian dipertemukan dengan gas hidrokarbon hasil dari reaktor karburasi. Gas ini memiliki sifat indotermal yang bereaksi dengan uap air pada kondisi panas dan memiliki konsentrasi rendah hingga terjadi reaksi kesetimbangan.


Alat ini telah diuji coba di kendaraan jenis Toyota Landcruiser. Hasilnya menunjukkan mobil yang biasanya menghabiskan satu liter solar untuk menempuh jarak empat kilometer, setelah menggunakan alat tersebut dapat meningkat jarak tempuhnya menjadi delapan kilometer.


Diharapkan penemuan ini akan mengurangi polusi udara dan dikembangkan bukan hanya untuk mobil, namun juga kendaraan roda dua.




 Sumber : Liputan6

Wednesday

Sentul Akan Jadi Sirkuit Superbike dan Superstars

Kejuaraan balap mobil Superstars dan motor Superbike yang diramaikan para pembalap dunia akan digelar di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat. Balap mobil Superstars akan dihelat 11 November 2012 sementara Superbike dijadwalkan diselenggarakan pada Maret 2013.

Pengelola Sirkuit Sentul, Tinton Suprapto (tengah) bersama panitia Kejuaraan Internasional Superstars 2012 dan Superbike 2013 melaporkan persiapan ajang tersebut kepada Menpora Andi Alifian Mallarangeng di kantor Kemenpora Jakarta, Rabu (13/6).


Ananda Mikola (kiri), merupakan wakil Indonesia pada kejuaraan balap mobil bermesin 3.500 cc tersebut. Sementara di kancah Superbike 2013, para pebalap kawakan seperti Max Biaggi asal Italia, berencana unjuk kemampuan di Sentul. Pada ajang ini, pebalap nasional seperti M Fadly dan Doni Tata berpeluang untuk ikut berlaga.

 Menpora Andi Alifian Mallarangeng (kanan), menyalami Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman yang juga Ketua Pembina Pelaksanaan Kejuaraan Internasional balap Superstars dan Superbike.



Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng, mendukung penuh hadirnya balapan level dunia yang akan digelar di Sirkuit Internasional Sentul pada tahun ini dan 2013. Menpora bahkan meminta agar persiapan dilakukan sedini mungkin agar perhelatan yang membawa citra bangsa di kancah dunia itu bisa berjalan dengan baik.

Sumber : detik.com

Dahlan Pesan 2 Mobil Listrik Nasional Sekelas Ferrari

YOGYAKARTA - Menteri BUMN Dahlan Iskan memesan dua buah mobil listrik buatan dalam negeri sekelas mobil berlogo kuda jingkrak Ferrari. Mobil listrik luxury sport pesanan Dahlan Iskan berwarna merah dan biru.
 
Menteri BUMN Dahlan Iskan pesan dua unit mobil listri sekelas Ferrari

"Mobil ini akan jadi paling lambat akhir Juli dan akan jadi kendaraan saya gunakan ke kantor," kata Dahlan, Rabu (13/6/2012).

Sebelumnya, Selasa (15/6/2012) Dahlan Iskan mengunjungi pabrik yang merakit mobil kelas Eropa yang akan digadang menjadi mobil nasional di Kadipaten, Kota Yogyakarta, sekitar 17.00 WIB.

Mobil rancangan Danet ini, special edition, sekelas 4000 cc luxury sport. Mobil ini mampu melaju dengan kecepatan 220 km/jam.

Sementara, Direktur PT SMS Indoputra Amal Al Ghazali, mengatakan, dirinya juga telah memesan tiga unit mobil ini. "Perusahaan tempat saya juga pesan tiga unit. Harganya diatas Rp1 miliar," Kata Amal. 
 
 
Sumber :  KOMPAS

Tuesday

Mobil Listrik Nasional Diproduksi Massal 2013

Jika tidak ada aral melintang Indonesia segera memproduksi secara massal mobil listrik nasional pada April 2013.

Mobil listrik nasional sangat fleksibel dan bisa melakukan pengisian di rumah dengan tegangan 220 V dan hanya membutuhkan waktu 4-5 jam hingga baterai tersisi penuh.

"Mudah-mudahan jika semua lancar, mobil listrik dapat diproduksi massal mulai April 2013 dengan jumlah produksi awal sebanyak 10.000 unit," kata Dahlan usai meninjau PT Nipress Tbk produsen baterai (accu), di Narogong, Cileungsi, Jawa Barat, Selasa.

Menurut Dahlan, prototipe mobil listrik nasional akan diluncurkan pada 10 Agustus 2012 bertepatan dengan Hari Kembangkitan Teknologi Nasional.

Ia menjelaskan empat varian mobil listrik yang akan diproduksi yaitu, kendaraan sekelas Carry, Avanza, Yaris, dan kelas premium Ferrari.

"Prototipe empat varian mobil listrik tersebut sudah selesai, tinggal meminta kesiapan pasokan baterai jenis lithium ferro posphate," kata Dahlan.

Menurutnya, baterai merupakan unsur terpenting dalam industri mobil listrik yang perannya bisa mencapai 40 persen. "Tiga minggu lagi, saya akan menaiki mobil listrik itu," katanya.

Saat ini pembangunan mobil listrik nasional tersebut "dikeroyok" lima orang pemuda yang disebut Dahlan sebagai "Pendawa Putra Petir", yang masing-masing memiliki keahlian dan pengalaman dalam sebuah industri otomotif global.




Meski begitu Dahlan tidak menyebut perusahaan atau pihak mana yang akan ditunjuk dalam memimpin konsorsium proyek mobil listrik nasional tersebut.

"Belum ada yang ditunjuk. Tapi kita akan melibatkan PT INKA (Persero) dan PT LEN (Persero). Selain BUMN saya juga mengimbau pihak swasta juga ikut memproduksi mobil listrik ini," ujarnya.

Dahlan merupakan sosok yang sangat gencar untuk melahirkan industri mobil nasional.

Ia pun mempertemukan "Pendawa Putra Petir" dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, di Istana Negara Jogjakarta, Yogyakarta pada 25 Mei 2012, saat membahas mobil nasional.

Menurut Dahlan, saat ini baterai mobil listrik didesain untuk jarak tempuh 150 kilometer sekali pengisian, namun seiring perkembangan teknologi bisa ditingkatkan untuk 300 kilometer.

Mantan Dirut PT PLN itu optimistis masa depan mobil listrik nasional menjanjikan, karena selain negara bisa menghemat bahan bakar minyak (BBM), juga harga kendaraan ini tidak akan terlalu mahal karena selalu akan ada temuan baru.

"Bukan hanya pemerintah yang diuntungkan karena terkait dengan penghematan penggunaan BBM dalam APBN, tapi juga masyarakat yang dapat menghemat pengeluaran," ujarnya.

b
Mobil listrik menghabiskan biaya sebesar Rp1.000 per 10 kilometer, sedangkan mobil ber-BBM sekitar Rp10.000 per 10 kilometer









Sumber :  Antara
Gambar : oto.detik.com