Showing posts with label Nasional. Show all posts
Showing posts with label Nasional. Show all posts

Saturday

KPK Resmi Keluarkan 4 Baju Tahanan

Komisi Pemberantasan Korupsi resmi mengeluarkan empat jenis baju tahanan yang akan digunakan para tahanannya. Pimpinan KPK, Bambang Widjojanto, Busyro Muqoddas, Juru bicara KPK Johan Budi serta Staf Humas KPK Wily, yang menjadi model kala memamerkan baju tersebut.

Baju Tahanan KPK (versi ICW)
Baju Tahanan KPK (versi ICW)
 
Model baju tahanan tersebut berbeda-beda. Tiga model baju yakni kemeja, sedangkan satu lagi seperti jaket lengan panjang. Bagian belakang baju bertuliskan 'TAHANAN KPK'.

Soal warna pun beragam, mulai dari putih, hitam, orange serta hitam berkerah kuning. Yang putih berlengan panjanglah, akan menjadi pakaian tahanan perempuan.

Bambang mengatakan, nantinya baju tersebut harus digunakan tahanan KPK kemanapun mereka akan berpergian. Tanpa ada pengecualian sama sekali.

"Tidak ada alasan mereka mau beribadah ataupun ingin mengunjungi acara keluarga mereka, saya tegaskan mereka harus menggunakan baju tahanan tersebut," kata Bambang saat menggelar Loka Karya, di Tanjung Lesung, Banten, Jumat (13/7/2012) malam.

Baju tersebut pun, lanjut Bambang, harus digunakan pada saat mereka akan menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor.

Tindakan tersebut dimaksudkan untuk memberikan Efek Detern kepada para koruptor agar mereka jera untuk melakukan korupsi kembali.

"Selama ini mereka selalu menggunakan pakaian bagus saat mereka di persidangan. Tapi kami anggap itu terlalu soft sehingga kami ambil kesepakatan nantinya, mereka baru boleh melepas baju itu saat mereka sudah memasuki ruang persidangan. Sedangkan sebelum masuk ruang persidangan mereka harus tetap menggunakan baju itu," tandasnya.



SumbEr : Tribun

5 Koperasi Indonesia Berkelas Dunia

Kita memiliki setidaknya lima koperasi yang memiliki kriteria sebagai koperasi berskala dunia. Sebanyak lima koperasi yang layak menjadi pelaku ekonomi kelas dunia ada di Indonesia dan segera didaftarkan sebagai koperasi kelas dunia versi International Co-operative Alliance (ICA) yakni 300 Global Cooperative, kata Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan.



"Kita memiliki setidaknya lima koperasi yang memiliki kriteria sebagai koperasi berskala dunia," kata Menteri Sjarifuddin dalam acara puncak Hari Koperasi Nasional yang digelar di Palangkaraya, hari ini.

Lima koperasi yang dimaksud adalah :
  1. Koperasi Kospin Jasa Pekalongan yang memiliki aset Rp2,5 triliun,  
  2. Koperasi Warga Semen Gresik Jawa Timur beraset Rp529 miliar, 
  3. Koperasi Peternak Susu Bandung Utara dengan aset Rp233,7 miliar, 
  4. Koperasi Obor Mas dengan aset Rp200,8 miliar, dan 
  5. Induk Koperasi Simpan Pinjam dengan total aset Rp33 miliar.

Menteri mengatakan, pihaknya menargetkan di tiap daerah akan lahir lebih banyak koperasi percontohan yang nantinya bisa menjadi koperasi berskala dunia dengan prestasi yang baik sehingga mampu menyejahterakan anggota dan masyarakat di sekitarnya.

"Kita juga patut berbangga sebagai warga koperasi, bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui resolusinya nomor 64/136 telah mengakui bahwa peran koperasi khususnya Koperasi Indonesia sebagai organisasi usaha telah terbukti mampu menopang perekonomian dalam keadaan krisis ekonomi global," katanya.

Ia menambahkan, koperasi khususnya di Indonesia juga telah mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, menurunkan tingkat kemiskinan dan meningkatkan kemakmuran rakyat.

Menteri berpendapat, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sustainable, semakin baik, cukup tinggi sehingga menciptakan banyak peluang ekonomi harus dimanfaatkan dengan baik oleh koperasi Indonesia yang tahun ini genap berumur 65 tahun.

"Revitalisasi koperasi saat ini merupakan salah satu program utama Pemerintah untuk menunjang perekonomian Indonesia menuju masyarakat yang makmur dan sejahtera. Hal itu juga didukung oleh PBB yang mencanangkan tahun 2012 sebagai tahun koperasi dunia atau International Year Cooperative," katanya.

Menteri mengaku bangga dengan perkembangan koperasi Indonesia yang makin baik dari tahun ke tahun.

"Memasuki tahun ketiga RPJM 2009-2014, jumlah dan anggota koperasi di Indonesia terus meningkat signifikan, sampai akhir tahun ini saya perkirakan jumlahnya akan mencapai 200.000 unit," katanya.

Tercatat pada 2009 jumlah koperasi Indonesia sebanyak 170.411 unit dan pada 2010 sebesar 177.482 unit, selanjutnya pada 2011 telah mencapai 188.181 unit hingga sampai dengan pertengahan tahun 2012, koperasi Indonesia telah mencapai 192.443 unit dengan jumlah anggota sebanyak 33.687.417 orang.

"Peningkatan jumlah koperasi ini didukung oleh Program Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi (GEMASKOP) dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah bekerja sama dan sinergi dengan DEKOPIN," demikian Menteri Koperasi dan UKM.

Sumber : BeritaSatu

Friday

Mahasiswa USU asal Malaysia Hina Bangsa Indonesia

4 Mahasiswa Malaysia Diamuk Massa di Medan. kejadiannya terjadi pada dini hari kemarin (27/6). Dimana Dion (20) Warga belakang Pasar Sore, Jl. Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan ini bersama teman ceweknya berbocengan mengendarai sepeda motor dengan melaju tak kencang.

 

Saat melaju di persimpangan Jamin Ginting – Dr Mansyur, dari arah belakang motor Dion, muncul 4 orang berbocengan dengan 2 motor. Mereka melaju mendahuli motor Dion. Empat lelaki muda itu adalah warga Malaysia. Di Medan, mereka kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU), yang kampusnya tidak jauh dari lokasi kejadian.


Nah, usai menyalib motor Dion, 2 motor dikendarai 4 mahasiswa asal Malaysia itu mendadak Membelok ke Jl. Dr Mansyur. Aksi berbelok terlapor dilakukan tanpa tanda lampu ‘tangan’ di motor. Karena terkejut, motor Dion pun tak sengaja menabrak pantat motor yang dikendarai Asnawi, 1 dari 4 mahasiswa Malaysia itu. Kecelakaan terjadi persis saat Asnawi hendak berbelok ke Jl. Dr Mansyur. Akibatnya, Asnawi dan Dion terjatuh dari motor. Begitu pula teman boncengan mereka masing-masing.

Melihat Asnawi terjatuh, 2 rekannya langsung datang menghampiri. Celakanya, setiba di titik lokasi kecelakaan,  2 teman Asnawi langsung memukuli Dion. Aksi main keroyok di tengah jalan itu membuat sejumlah warga sekitar lokasi (plus pengendara melintas) coba melerai.

Namun niat melerai, berubah jadi amuk serangan. Itu terjadi sedetik usai seorang rekan Asnawi yang berkulit gelap dan berbadan tegap didengar warga memaki Dion. Makian senada juga dilontar lagi oleh seorang teman Asnawi.

“Bagaimana Indonesia tak miskin!? Warganya pun bodoh-bodoh!” demikian bunyi hinaan yang dilontar 2 mahasiswa Malaysia itu.

Hinaan itu kontan menaikkan emosi warga di lokasi peristiwa kecelakaan. Dalam hitungan menit, hinaan terhadap republik tercinta ini pun disebar hingga selanjutnya menaikkan emosi puluhan warga lain di sekitar persimpangan Jamin Ginting – Dr Mansyur. Gabungan emosi mendadak itulah yang membuat puluhan warga, tanpa dikomando, langsung berusaha menghakimi 4 warga Malaysia itu.

Melihat situasi mendadak berubah jadi tak menguntungkan, Asnawi Cs langsung kabur. Tapi massa terus merangsek mengejar. Melihat banyaknya massa yang tampak brutal, Asnawi Cs masuk ke dalam RS Siti Hajar di persimpangan Wahid Hasyim-Iskandar Muda – Jamin Ginting. Mereka lalu bersembunyi di dalam gedung rumah sakit itu. Tapi ini diketahui massa.

Di tengah teriak massa setiba depan RS Siti Hajar, 4 mahasiswa Malaysia itu, dengan wajah pucat, memilih tetap bersembunyi dalam gedung rumah sakit itu. Mereka kemudian berhasil selamat ke luar dari rumah sakit itu saat 6 polisi tiba meredam aksi anarki tersebut. Tim kecil polisi itu dipimpin Ipda S Tarigan, Perwira Pengawas Polsekta Medan Baru. Peristiwa kecelakaan berbuntut sentimen antar negara itu diketahui Polsek Medan Baru usai dilapor petugas security RS Siti Hajar. Dengan Menggunakan mobil Polri, 4 mahasiswa Malaysia itu dievakuasi ke Mapolsekta Medan Baru.

Di tengah Hubungan Indonesia dan Malaysia yang baru-baru ini memanas kembali setelah negara jiran itu dituding mengklaim produk budaya Indonesia,budaya warga Batak Mandailing, yakni tari Tor-tor dan alat musik Gondang Sambilang. Hingga Sentimen Indonesia terhadap Malaysia mulai tersulut lagi setelah Malaysia Mengklaim budaya Indonesia yaitu tari tor-tor. Hingga perang cyber pun tak terelakan.

Di situs-situs forum dan situs - situs jejaring sosial mulai terjadi percekcokan yang berbau SARA. Hujatan, ejekan, hinaan, dan tuduhan pun saling dihujamkan oleh kedua belah pihak. Perang antar warga Negara Indonesia dengan warga Negara Malaysia pun terjadi di dunia maya. Hingga Berdasarkan berita yang saya baca di salah satu situs diberitahukan bahwa para hacker Indonesia telah merusak puluhan situs milik Malaysia. Selain itu Berbagai karikatur, photo editan, dan gambar-gambar lainnya yang menyindir Malaysia juga banyak beredar di web.

Pertanyannya, kapan ini akan berakhir? saya rasa ini di tangan Malaysia dan Indonesia. Berdasarkan kejadian yang terjadi di hari-hari yang lewat,Segala perselisihan yang terjadi Malaysia lah yang menjadi pemicunya. Tindakan klaim tari tor-tor adalah contoh riilnya. Sebelumnya Indonesia santai-santai saja tapi kemudian dibuat geger oleh Malaysia dengan Mengklaim budaya indonesia itu. Begitupun dengan kejadian-kejadian sebelumnya seperti kasus klaim batik. Malaysia harus hentikan provokasi, begitupun dengan Indonesia jangan pernah terprovokasi dan memprovokasi. Indonesia jangan terpancing dan jangan juga ikut memancing.

Begitu halnya dengan kejadian yang terjadi di daerah medan ini, Disinggung soal makian dan hinaan mahasiswa USU asal malasya ini yang berbunyi, “Bagaimana Indonesia tak miskin, warganya pun bodoh-bodoh, jadi jangan bertingkah kalian!”. Perkataan mahasiswa USU asal Malaysia ini yang menghina bangsa Indonesia,secara manusiawi, siapa pun akan terpancing emosi mendengarnya. Tetapi Ayolah, jangan seperti anak kecil. Kita harus dewasa dalam menghadapi segala sesuatu yang ada dihadapan kita. Kita bangsa yang besar dan bermartabat, tak seharusnya kita mudah terprovokasi Malaysia. Buktikan kita bisa!!



Sumber : 

Tuesday

Dahlan Iskan : Membangun Maskapai dan Bandara Bintang 5

Tanpa diminta oleh Kementerian BUMN, para pimpinan tiga perusahaan ini berkumpul: Garuda Indonesia, Angkara Pura I, dan Angkasa Pura II. Mereka saling curhat, kemudian mencari jalan keluar. Tiga perusahaan BUMN tersebut memang saling terkait. Yang satu bisa menghambat kemajuan yang lain. Atau sebaliknya.

Dahlan Iskan : Membangun Maskapai dan Bandara Bintang 5



Garuda memang tidak mau berhenti berprestasi. Setelah April lalu mengalahkan Malaysian Airlines dan sebulan kemudian mengalahkan Thai Airways, kini Garuda juga sudah diklasifikasikan sebagai penerbangan bintang empat.

Tentu Garuda ingin naik kelas ke bintang lima. Di Asia, baru lima penerbangan yang tergolong bintang lima: Singapore Airlines, Qatar Airways, Cathay Pacific Hongkong, Asiana Korea Selatan, dan jangan kaget: Hainan Airlines, sebuah penerbangan Hainan, pulau yang akan dijagokan menjadi ‘Balinya’ Tiongkok.

Sebagai penerbangan bintang empat, Garuda kini sudah sejajar dengan 32 perusahaan penerbangan dunia seperti Air France Prancis, JAL Jepang, Dragonair Hongkong, Qantas Australia, Korean Air Korea dan lainnya. Garuda sudah keluar dari jajaran bintang tiga seperti Canadian Air Kanada, Royal Brunei, Saudian Airlines Arab Saudi, dan 116 perusahaan penerbangan lainnya.

Dalam pertemuan tersebut di mana saya hadir hanya sebagai pendengar dan saksi, disepakati banyak hal. Ada 32 masalah yang akan dipecahkan bersama secara bertahap. Sebagian bisa langsung dikerjakan, sebagian lagi harus berkoordinasi dengan instansi lain. Soal pelayanan imigrasi, visa on arrival, karantina, dan klinik kesehatan, misalnya, sama sekali di luar sistem komando kepala bandara. Masing-masing punya atasan sendiri.

Yang bisa diatasi sendiri misalnya soal troli, kebersihan, keindahan, ketertiban parkir, dan sebagainya. Mulai awal Juli nanti, misalnya, interior Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta akan diperbaharui, menjadi setingkat interior hotel binang lima. Mungkin penumpang agak terganggu oleh renovasi itu, namun demi kejayaan bersama harus kita lakukan.

Disadari sepenuhnya bahwa semua perusahaan penerbangan yang berbintang lima selalu didukung oleh bandara yang juga berbintang lima. Singapore Airlines dapat dukungan Bandara Changi yang begitu bagus. Cathay Pacific dapat dukungan bandara bintang lima Chep Lap Kok. Asiana dapat dukungan bandara yang sangat hebat seperti Incheon.

Direktur Utama Angkasa Pura II Tri S. Sunoko, yang antara lain membawahkan Bandara Soekarno Hatta, juga bertekad mengakhiri sistem yang primitif dalam pemungutan uang servis bandara. Akhir tahun ini pungutan itu akan langsung masuk ke harga tiket pesawat. Tahap pertama untuk Garuda dulu yang sistemnya siap dipadukan dengan sistem milik bandara.

Dengan demikian penumpang tidak perlu lagi membayar di loket khusus dan diperiksa lagi saat boarding.

Yang saya juga gembira adalah ketika mendengar tekad para direksi Angkasa Pura I dan II untuk berkaca ke tingkat internasional. Selama ini tidak ada keberanian untuk memasukkan bandara kita ke dalam sistem ranking internasional. Dengan demikian kita tidak tahu bandara kita itu termasuk bintang lima, empat, tiga, dua, satu, atau tidak berbintang sama sekali.

Dalam pertemuan tersebut disepakati bandara Soekarno Hatta Jakarta, Juanda Surabaya, Ngurah Rai Bali, Hasanuddin Makassar, dan Kuala Namu Medan didaftarkan untuk diranking di tingkat internasional. Apa pun hasilnya akan diterima secara terbuka. Toh ada kesempatan untuk melakukan perbaikan, lalu dinilai lagi tahun berikutnya. Kalau ketakutan itu terus dipelihara, tidak akan ada dorongan yang kuat untuk berbenah.

Bagaiamana dengan pelayanan yang di luar wewenang kepala bandara? Sambil mencari sistem yang terbaik, pihak bandara akan melakukan lomba berhadiah uang yang cukup besar. Penumpang akan dilibatkan menilai pelayanan yang diberikan instansi-instansi tersebut.

Instansi yang mencapai standar yang telah ditetapkan akan mendapat hadiah uang cukup besar, yang dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Saya melihat keseriusan pimpinan tiga perusahaan ini. Pelebaran jalan-jalan di sekitar bandara Cengkareng sudah mulai berfungsi dan memang terasa lebih lapang. Penataan parkir akan segera menyusul.

Usaha mengatasi masalah sendiri seperti itu juga dilakukan oleh teman-teman di menara kontrol bandara Soekarno Hatta. Setelah empat kali berkunjung secara mendadak ke tower itu, saya mendapat giliran diundang oleh mereka. Saya pikir saya akan didemo atau setidaknya dikeroyok. Ketika masuk ke ruang pertemuan yang terletak di bagian bawah tower, pertemuan sedang berlangsung. Sekitar 50 orang memenuhi ruangan itu.

Yang membuat saya kaget, tidak hanya teman-teman yang berprofesi petugas ATC yang hadir di situ. Terlihat juga para pilot dan manajer perusahaan penerbangan. Mereka sedang saling curhat: para pilot curhat mengenai pengalaman mereka mendarat atau take off di Soekarno Hatta, dan awak ATC curhat mengenai kesulitan mereka sendiri.

Sayangnya banyak pembicaraan itu yang kurang saya mengerti. Maklum mereka banyak menggunakan bahasa langit. Tapi kurang lebih saya bisa menangkap maksudnya. Para pilot, manajer perusahaan penerbangan, dan crew ATC menyepakati banyak hal. Berbagai perubahan akan dilakukan.

Termasuk sepakat agar pembicaraan antara menara kontrol dan pilot tidak perlu menggunakan kalimat basa-basi atau sopan santun. Langsung saja pakai bahasa formal, singkat, tegas, agar lalu-lintas pembicaraan bisa lebih padat.

Disepakati juga, dalam hal Bandara Soekarno Hatta benar-benar sangat padat, menara kontrol Jakarta akan menghubungi bandara di luar Jakarta, tempat pesawat tersebut akan berangkat menuju Jakarta. Lebih baik keberangkatan pesawat ditunda beberapa menit, daripada tetap berangkat tapi sampai di Jakarta tidak bisa segera mendarat: berputar-putar dulu di langit Jakarta.

Ini menjadi keluhan yang berat karena membuat perusahaan penerbangan rugi besar. Penggunaan bahan bakar pesawat itu luar biasa boros dan mahal. Untuk jenis 737, setiap jam menghabiskan 3.500 liter BBM. Berarti sekitar Rp 33 juta per jam.

Tim ATC Jakarta juga sedang memikirkan bagaimana dua landasan yang ada bisa ditingkatkan kemampuannya. Sekarang ini, dua landasan tersebut hanya bisa melayani pendaratan/tinggal landas pesawat 52 kali setiap satu jam. Jumlah itu sebenarnya masih bisa ditingkatkan, sebagaimana yang terjadi di bandara-bandara modern. Bahkan masih bisa ditingkatkan menjadi 72 kali.

Kalau peningkatan ini bisa dilakukan tentu antrean mendarat dan tinggal landas tidak terlalu berat lagi. Salah satu pilihan yang sedang disimulasi sekarang adalah mengubah sistem: salah satu landasan hanya khusus untuk take off, dan satunya lagi khusus untuk landing. Masih disimulasikan apakah pilihan ini akan lebih baik.

Kalau saja Bandara Kuala Namu Medan selesai akhir tahun ini dan bandara baru Ngurah Rai Bali selesai pertengahan tahun depan, setidaknya wajah bandara kita akan berubah banyak.

Begitu banyaknya pekerjaan yang harus kita lakukan. Begitu rumitnya persoalan. Tapi dengan kemauan yang keras kita akan bisa melakukannya. Untuk bisa naik kelas, memang tidak cukup dengan hanya bicara dan bicara. Perlu bekerja, bekerja, dan bekerja!

*Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan

Sumber : VIVAnews

Thursday

Saat Soekarno kencingi Hatta

Tanggal 8 Agustus 1945, pemimpin tertinggi pasukan Jepang di Asia Tenggara, Jenderal Terauchi memanggil Soekarno dan Mohammad Hatta ke Vietnam. Terauchi sama sekali tidak menjelaskan apa maksudnya. Hal ini membuat Soekarno dan Hatta bertanya-tanya.

Berangkatlah mereka dengan diiringi 20 pejabat tinggi militer Jepang. Pesawat yang ditumpangi Soekarno penuh sesak. Tapi tak ada yang mau bicara soal alasan pemanggilan tersebut.

http://klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2012/06/16/55471/540x270/saat-soekarno-kencingi-hatta.jpg
Presiden Soekarno
 
Ternyata pertemuan Soekarno-Hatta dengan Terauchi di Dalath ini sangat penting dalam sejarah Indonesia. Jepang mengaku tidak akan menghalang-halangi kemerdekaan Indonesia. Jepang sadar mereka sudah dikalahkan pasukan sekutu. Kondisi peperangan sama sekali berubah. Jepang sudah kalah habis-habisan dalam perang dunia II di Pasifik.

Kisah ini diceritakan Soekarno dalam biografinya yang ditulis Cindy Adams "Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia yang diterbitkan Yayasan Bung Karno tahun 2007.

Maka dengan membawa berita baik itu, pulanglah Soekarno dan Hatta ke Indonesia. Kali ini mereka tidak naik pesawat penumpang yang bagus seperti saat berangkat. Mereka naik pesawat pembom yang sudah rongsokan. Banyak lubang bekas tembakan di badan pesawat itu.

Pesawat itu juga tidak memiliki tempat duduk. Para penumpang duduk di lantai pesawat atau berbaring. Tidak ada juga pemanas, sehingga para penumpang menggigil kedinginan. Parahnya, tidak ada juga kamar kecil.

Nah, yang jadi masalah, saat itu Soekarno ingin kencing. Dia berbisik pada Suharto, dokter pribadinya.

"Aku ingin kencing. Apa yang harus kulakukan?" bisik Soekarno.

Suharto juga bingung, tidak ada kamar kecil. Maka dia menunjuk bagian ekor pesawat yang penuh lubang bekas tembakan. "Tidak ada tempatnya, jadi tidak ada jalan lain. Bung harus kencing di sana," kata Suharto.

"Baiklah. Aku melangkah pelan-pelan ke bagian belakang pesawat dan melampiaskan hajatku. Dan baru aku mulai, tiupan angin yang keras menghempas melalui lubang-lubang bekas peluru dan menyemburkan air itu ke seluruh ruangan pesawat. Kawan-kawanku yang malang itu mandi dengan air istimewa," beber Soekarno.

Saat mendarat di Jakarta, para pemimpin bangsa itu masih setengah basah dengan air kencing sang pemimpin besar revolusi. Tak dijelaskan bagaimana reaksi Hatta dan yang lainnya saat terkena air kencing Soekarno.


Sumber : Merdeka

Apa perintah pertama Soekarno sebagai Presiden RI?

Sosok Soekarno punya seribu cerita unik yang mengundang senyum. Kira-kira apa perintah pertama Presiden Soekarno saat menjadi Presiden?

Sehari setelah kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) bersidang. Mereka menetapkan Soekarno sebagai Presiden RI pertama dan Mohammad Hatta sebagai wakil presiden RI. 

http://klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2012/06/16/55556/540x270/apa-perintah-pertama-soekarno-sebagai-presiden-ri.jpg
Presiden Soekarno

Tidak ada debat sengit dalam sidang di Gedung Road van Indie di Jalan Pejambon itu. Sederhana saja, PPKI memilih Soekarno sebagai presiden. Berbeda sekali dengan sidang paripurna di DPR yang penuh keriuhan, protes serta gontok-gontokan.

Kisah ini diceritakan Soekarno dalam biografinya yang ditulis Cindy Adams "Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia yang diterbitkan Yayasan Bung Karno tahun 2007.

"Nah kita sudah bernegara sejak kemarin. Dan sebuah negara memerlukan seorang Presiden. Bagaimana kalau kita memilih Soekarno?"

Soekarno pun menjawab, "Baiklah."

Sesederhana itu. Maka jadilah Soekarno sebagai Presiden pertama RI. Namanya negara yang baru seumur sehari, tidak ada mobil kepresidenan yang mengantar Soekarno. Maka Soekarno pun pulang berjalan kaki.

"Di jalanan aku bertemu dengan tukang sate yang berdagang di kaki lima. Paduka Yang Mulia Presiden Republik Indonesia memanggil pedagang yang bertelanjang kaki itu dan mengeluarkan perintah pelaksanaannya yang pertama. Sate ayam 50 tusuk!" ujar Soekarno.

Itulah perintah pertama presiden RI. "Sate ayam 50 tusuk!"

Soekarno kemudian jongkok di pinggir got dekat tempat sampah. Sambil berjongkok, Paduka Yang Mulia Presiden Republik Indonesia itu menghabiskan sate ayam 50 tusuk dengan lahap. Itulah pesta perayaan pelantikannya sebagai Presiden RI.

Saat Soekarno pulang ke rumah, dia menyampaikan dirinya telah dipilih menjadi Presiden pada Fatmawati, istrinya. Fatmawati tidak melompat-lompat kegirangan. Fatmawati menceritakan wasiat ayahnya sebelum meninggal.

"Di malam sebelum bapak meninggal, hanya tinggal kami berdua yang belum tidur. Aku memijitnya untuk mengurangi rasa sakitnya, ketika tiba-tiba beliau berkata 'Aku melihat pertanda secara kebatinan bahwa tidak lama lagi...dalam waktu dekat...anakku akan tinggal di istana yang besar dan putih itu'. Jadi ini tidak mengagetkanku. Tiga bulan yang lalu, Bapak sudah meramalkannya," ujar Fatmawati tenang.

Soekarno memang ditakdirkan jadi orang besar dengan segala ceritanya.


Sumber : Merdeka

Pejabat Korup Indonesia, Pengadaan Alquran saja dikorupsi

Korupsi di Indonesia sangat memprihatinkan. Bahkan pengadaan Aquran saja tidak luput dari korupsi. Mungkin tidak salah jika survei The Fund for Peace (FFP) menempatkan Indonesia di urutan ke-63 dalam indeks negara gagal.

Negara gagal, Alquran saja dikorupsi
al qur'an. merdeka.com/shutterstock

"Ini luar biasa memprihatinkan. Korupsi sudah masuk ke semua lini," ujar Sosiolog UIN Syarif Hidayatullah, Musni Umar kepada merdeka.com, Kamis (21/6).

Musni tidak habis pikir bagaimana bisa untuk hal keagamaan saja, pejabat melakukan korupsi. Menurutnya hal-hal semacam ini membuat masyarakat Indonesia kehilangan harapan. Hukum dan ekonomi di Indonesia memang tidak pernah memihak orang kecil.

"Lihat itu koruptor dihukum hanya beberapa tahun. Sementara orang kecil dihukum berat. Hukum di Indonesia ini seperti pisau," kata Musni.

Dugaan adanya korupsi diungkapkan oleh Jaksa Penuntut Umum KPK Kemas Ronny di acara seminar nasional 'Peranan Civitas Akademika dalam Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di Indonesia' di Universitas Al Azhar Indonesia, kemarin.

Ronny mengetahui adanya korupsi dalam proyek itu karena dia turut serta menangani kasus ini. Dia kaget bukan kepalang saat mendengar adanya korupsi dalam pengadaan Alquran. "Astaghfirullahalazim, kitab suci pun dikorupsi," ujar Ronny.

Ketua KPK Abraham Samad juga mengamini ucapan Ronny itu. Menurut Samad nilai proyek itu cukup fantastis.

"Saat ini dalam tahap penyelidikan. Berapa besarnya saya lupa tapi puluhan miliar," kata Abraham.


Sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/negara-gagal-alquran-saja-dikorupsi.html

Hari ini, 42 tahun lalu Soekarno meninggal dalam sepi

Hari ini, tepat 42 tahun yang lalu, Soekarno meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto. Soekarno meninggal dalam sepi, sebagai tahanan politik Orde Baru.

http://klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2012/06/21/57882/540x270/hari-ini-42-tahun-lalu-soekarno-meninggal-dalam-sepi.jpg

Sejak tahun 1967, Soekarno memang sudah diisolasi oleh Soeharto. Dia tidak boleh tampil di depan umum atau berbicara pada wartawan. Soekarno menjadi tahanan rumah di Wisma Yasoo, Jalan Gatot Subroto,  Jakarta. Tempat itu dulunya adalah rumah istri Soekarno, Ratna Sari Dewi.

Belakangan, isolasi makin ketat. Bahkan pihak keluarga dilarang menemui Soekarno. Tak cukup, pemerintah Soeharto mengambil televisi milik Soekarno. Terputuslah hubungan Soekarno dengan dunia luar.

Soekarno menjadi linglung dalam tahanan. Dia depresi dan menjadi sering berbicara sendiri.

Semenjak muda, Soekarno selalu menikmati berada di tengah-tengah ribuan rakyatnya. Berbicara dan berpidato di tengah rakyatnya. Kini Soekarno diasingkan dari rakyat Indonesia. Ditahan sendiri dalam sepi. Kesehatannya terus memburuk.

Sejak dulu memang Soekarno memiliki penyakit ginjal. Kini dalam tahanan, kondisinya semakin parah.

Tak ada siapa pun di samping Soekarno. Sebagian menyingkir dari sisinya karena takut diancam Soeharto. Sebagian lagi meninggalkan Soekarno karena menjadi pengikut Orde Baru.

Maka tengah hari 21 Juni 1970, Soekarno meninggal dalam usia 69 tahun. Jenazahnya dibawa ke Wisma Yasoo. Ribuan rakyat memadati jalan-jalan untuk memberi penghormatan terakhir. Karena khawatir akan pamor Soekarno, pemerintah Orde Baru tidak mengizinkan Soekarno dimakamkan di Bogor. Mereka meminta Soekarno dimakamkan jauh dari Jakarta.

Maka Soekarno dimakamkan di Blitar. Berdampingan dengan makam ibunya, Idayu Nyoman Rai. Sepanjang jalan, jutaan rakyat menangis untuk Soekarno. Padahal saat itu Orde Baru habis-habisan mengubur kisah Soekarno.

Mantan ajudan Soekarno, Bambang Widjanarko yang mengantar jenazah Soekarno duduk satu mobil dengan putra-putri Bung Karno. Bambang pun terkesima melihat lautan manusia yang menangis. Dia berkata pada Rachmawati, salah satu putri Soekarno.

"Lihatlah Rachma, rakyat masih mencintai Bung Karno. Mereka juga kehilangan. Jasa Bapak bagi Nusa dan Bangsa tidak akan terlupakan selamanya." Rachmawati mengangguk membenarkan ucapan Bambang.

Saat pemakaman, tak henti-hentinya orang mengambil tanah dan bunga dari makam Soekarno. Ribuan orang bertahan di makam. Mereka baru pulang setelah dipaksa petugas.

Maka hari ini, 42 tahun lalu, berakhirlah hidup seorang manusia bernama Soekarno. Dia yang menjadi penyambung lidah rakyat Indonesia.


Sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/hari-ini-42-tahun-lalu-soekarno-meninggal-dalam-sepi.html

Monday

SBY Targetkan RI Masuk 10 Besar Ekonomi Dunia

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menargetkan Indonesia masuk ke dalam 10 besar negara dengan perekonomian terbesar dunia. Hal ini disampaikan Presiden saat berpidato dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Business 20 (B-20), di Hotel Hilton, Los Cabos, Meksiko, Minggu (17/6/2012) pagi waktu setempat (Senin dini hari WIB).



Pada kesempatan itu presiden mengemukakan pentingnya kerja sama pemerintah, dalam hal ini anggota G-20 dengan kelompok bisnis, untuk mengatasi krisis yang mengancam perekonomian dunia. "Tidak peduli seberapa keras kita berusaha, tidak mungkin kita mencapai pemulihan ekonomi global sendiri. Kerja sama dengan komunitas bisnis adalah sebuah keharusan," sebut Presiden SBY seperti dikutip situs Presiden RI.


Presiden menyebutkan, perlunya kontribusi dan kerja sama lebih erat antara kelompok bisnis, pemerintah pusat, daerah, dan semua pemangku kepentingan. Dengan pengalaman ini, Indonesia berhasil mengatasi krisis 2008 lalu. "Kami telah mengadopsi sebuah protokol manajemen krisis sebagai tindakan kontingensi," kata Presiden SBY.

Dengan kerja sama pengusaha dan pemerintah, sebut Presiden, ekonomi Indonesia tetap tumbuh, inflasi rendah, sistem perbankan yang sehat, serta konsumsi dan investasi yang ikut mendorong pertumbuhan. Saat ini, Indonesia juga mengembangkan insfrastruktur melalui Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
"Dalam kasus Indonesia, tujuan kami adalah menjadi 10 negara teratas terbesar ekonominya di dunia dalam beberapa dekade mendatang. Saya mengundang Anda untuk bergabung dengan Indonesia sebagai mitra kami dalam perjalanan yang menjanjikan," kata Presiden SBY. 

KTT B-20 ini dihadiri sekitar 300 pengusaha dunia dari 29 negara. Seusai Presiden SBY menyampaikan pidatonya, sejumlah pengusaha kemudian naik ke atas panggung menyampaikan komitmennya untuk terus meningkatkan investasi di Indonesia. 

Sumber : bisniskeuangan

Saturday

Asal-Muasal Batik di Nusantara

Asal-Muasal Batik di Nusantara
Pengunjung mencoba membuat batik
Tahun 2009, Badan PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Budaya (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization/UNESCO) mengeluarkan keputusan menggembirakan tentang status salah satu aset budaya kita. ‘Kain ‘berlukis’ khas Indonesia, batik, ditetapkan sebagai warisan budaya dunia asli Indonesia pada 2 Oktober.

Menjadi bagian dari kekayaan seni dan budaya yang antik dan artistik menjadikan batik begitu penting bagi Indonesia. Ia diperjuangkan dari klaim sebuah negeri Melayu lain dan hari penetapannya sebagai ‘harta’ milik Indonesia ditetapkan sebagai Hari Batik.


Sejarah batik yang panjang menjadi bukti keantikan fashion etnik yang satu ini. J.L.A. Brandes (arkeolog Belanda) dan F.A. Sutjipto (arkeolog Indonesia) percaya bahwa tradisi batik berasal dari daerah seperti Toraja, Flores, Halmahera, dan Papua (Iwan Tirta dkk. [1996] dalam Batik: a Play of Lights and Shades Volume 1'). Sebagian referensi menduga batik berasal dari bangsa Sumeria dan berkembang di Jawa setelah dibawa pada abad 14 oleh para pedagang India, negara yang kala itu berada di bawah kekuasaan kerajaan Islam Parsi, Persia.

Meski kata ‘batik’ secara etimologi diyakini berasal dari akronim dua kata dalam bahasa Jawa—amba yang berarti “lebar, luas, kain” dan matik yang berarti “membuat titik-titik”—kehadiran batik di Jawa tidak tercatat. Namun demikian, sejumlah prasasti dan arca mencatatnya dengan cara yang lain.

Detil ukiran kain menyerupai pola batik pada arca Prajnaparamita (arca dewi kebijaksanaan Buddhis) yang diperkirakan berasal dari abad 13 M dan ditemukan di Malang, Jawa Timur. Detil pakaian sang dewi menampilkan pola sulur tumbuhan dan kembang-kembang rumit yang mirip dengan pola batik tradisional Jawa saat ini.

Sejarawan berkebangsaan Belanda G.P. Rouffaer dalam Iwan Tirta dkk (1996) menyebutkan, pola gringsing telah dikenal sejak abad ke-12 di Kediri, Jawa Timur. Ia menyimpulkan bahwa pola tersebut hanya bisa dibentuk dengan menggunakan alat canting, sehingga ia berpendapat canting ditemukan di Jawa pada masa sekitar itu.

Referensi lain mengenai perkembangan batik ada pada legenda dalam literatur Melayu abad 17, Sulalatus Salatin. Dalam literatur tersebut, dikisahkan bahwa Sultan Mahmud memerintahkan Laksamana Hang Nadim agar berlayar ke India untuk mendapatkan 140 lembar kain serasah dengan motif 40 jenis bunga pada setiap lembarnya (Dewan Sastera Volume 31 Issues 1-6 [2001], dikutip oleh Wikipedia). Kain serasah tersebut ditafsirkan sebagai batik.

Sedangkan dalam literatur Eropa, teknik batik pertama kali diceritakan dalam History of Java karya Sir Thomas Stamford Raffles, yang pernah menjadi gubernur Inggris di Jawa ketika Napoleon menduduki Belanda. Dikisahkan, saat mengunjungi Indonesia pada 1873, seorang saudagar Belanda bernama Van Rijekevorsel memberinya selembar batik.

Raffles lalu menyerahkan kain tersebut ke museum etnik di Rotterdam dan dipamerkan di Exposition Universelle Paris. Pada masa itulah, setelah berhasil memukau publik dan seniman, batik mulai memasuki masa keemasannya (Nadia Nava [1991] dalam Il Batik, dikutip Wikipedia).

Pun demikian Cina. Pedagang asal Negeri Tirai Bambu itu mencatat tentang batik Nusantara sejak lama. National Museum of Singapore (2007) dalam “Batik: Creating an Identity” mengisahkan, pada awal abad ke-14 M seorang pedagang dari Dinasti Yuan bernama Wang Dayuan melakukan dua perjalanan laut ke wilayah Asia Tenggara.

Dayuan lalu menulis buku berjudul Dao Yi Zhi Lue di tempat yang kini bernama Sri Lanka. Buku itu berisi catatan cuaca, barang-barang produksi, orang-orang, dan adat istiadat di tempat-tempat yang dikunjunginya. Dalam catatan perjalanannya itu ia menulis bahwa orang-orang di Jawa timur membuat kain bermotif yang bagus dan tidak luntur.

Inilah Asal-Muasal Batik di Nusantara (2)
Kain batik
Di Jawa, selain arca Prajnaparamita, sejumlah arca lain melengkapi catatan rekam jejak batik. Catatan dalam laman batiksolo.asia menyebutkan, pada patung emas Syiwa di Gemuruh Wonosobo (dibuat pada abad 9 M), terdapat motif dasar lereng. Sedangkan pakaian patung Ganesha di Candi Banon (abad 9 M) di dekat Candi Borobudur dihiasi oleh motif ceplok.

Motif batik juga ditemukan dalam motif pada patung Padmipani di Jawa tengah (diperkirakan dibuat sekitar abad 8-10 M). Motif liris melekat pada patung Manjusri di Ngemplak, Semongan, Samarang (abad 10 M).

Dalam beberapa literatur, sejarah perbatikan di Indonesia sering dikaitkan dengan Kerajaan Majapahit (1293-1500 M) dan penyebaran ajaran Islam di Pulau Jawa. Penemuan arca dalam Candi Ngrimbi dekat Jombang yang menggambarkan sosok Raden Wijaya menegaskan hal itu. Raja pertama Majapahit yang memerintah pada 1294-1309 M itu mengenakan kain batik bermotif kawung.

Karena itulah, kesenian batik diyakini telah dikenal sejak zaman Kerajaan Majapahit dan diwariskan secara turun temurun. Selanjutnya, wilayah Majapahit yang luas membuat batik dikenal semakin luas di Nusantara.

Namun menurut KRT Hardjonagoro, pakar terkemuka batik Indonesia, meski bermula pada masa Majapahit, sejarah dan perkembangan batik di Nusantara mulai terekam sejak masa Kerajaan Mataram Islam (berdiri abad ke-17) di Jawa Tengah. Di antara rekaman sejarah batik itu, yang dapat ditelusuri dari Keraton, adalah keberadaan motif porong rusak dan semen rama.

Awalnya, ia digunakan sebagai hiasan pada daun lontar yang berisi naskah atau tulisan, agar tampak lebih menarik. Lalu seiring perkembangan interaksi masyarakat dengan bangsa asing, perlahan dikenal media batik pada kain. Sejak itu, batik mulai digunakan sebagai corak kain yang berkembang sebagai busana tradisional khusus di kalangan ningrat keraton.

Penjelasan dalam referensi-referensi tentang batik menunjukkan bahwa pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram Islam, kemudian pada masa-masa Kasuhunan Surakarta di Solo dan Kasultanan Yogyakarta. Jadi, seni batik di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit dan terus berkembang pada masa raja-raja berikutnya hingga menyebar ke berbagai pelosok Indonesia, terutama Jawa.

Beberapa contoh kain sejenis batik yang berasal dari luar Jawa adalah sarita dari Toraja, tritik (Palembang, Banjarmasin, dan Bali), kain jumputan dan kain pelangi (Jawa, Bali, Lombok, Palembang, Kalimantan, dan Sulawesi.

Ada pula kain sasirangan dari daerah Banjar, Kalimantan Selatan, serta kain cinde atau patola (Gujarat India) yang masuk ke Nusantara sebagai barang dagangan atau untuk ditukarkan dengan hasil bumi (Komaruddin Hidayat dan Putut Widjanarko [2008] dalam Reinventing Indonesia: Menemukan Kembali Masa Depan Bangsa). Batik menyebar luas pada akhir abad 18 hingga awal abad 19. Kesenian batik di sepanjang masa itu hanya menghasilkan kain-kain batik tulis, hingga kemudian batik cap (menggunakan pencetak dari kayu bermotif sebagai pengganti canting) mulai dikenal setelah Perang Dunia pertama.


Sumber : REPUBLIKA

Wednesday

Dahlan Pesan 2 Mobil Listrik Nasional Sekelas Ferrari

YOGYAKARTA - Menteri BUMN Dahlan Iskan memesan dua buah mobil listrik buatan dalam negeri sekelas mobil berlogo kuda jingkrak Ferrari. Mobil listrik luxury sport pesanan Dahlan Iskan berwarna merah dan biru.
 
Menteri BUMN Dahlan Iskan pesan dua unit mobil listri sekelas Ferrari

"Mobil ini akan jadi paling lambat akhir Juli dan akan jadi kendaraan saya gunakan ke kantor," kata Dahlan, Rabu (13/6/2012).

Sebelumnya, Selasa (15/6/2012) Dahlan Iskan mengunjungi pabrik yang merakit mobil kelas Eropa yang akan digadang menjadi mobil nasional di Kadipaten, Kota Yogyakarta, sekitar 17.00 WIB.

Mobil rancangan Danet ini, special edition, sekelas 4000 cc luxury sport. Mobil ini mampu melaju dengan kecepatan 220 km/jam.

Sementara, Direktur PT SMS Indoputra Amal Al Ghazali, mengatakan, dirinya juga telah memesan tiga unit mobil ini. "Perusahaan tempat saya juga pesan tiga unit. Harganya diatas Rp1 miliar," Kata Amal. 
 
 
Sumber :  KOMPAS

Monday

Sejarah Terciptanya Lambang Burung Garuda

Garuda merupakan lambang Negara Indonesia, hampir semua orang tahu itu. Namun hanya sebagian orang saja yang mengetahui siapa penemunya dan bagaimana kisah hingga menjadi lambang kebanggaan negara ini.

Sewaktu Republik Indonesia Serikat dibentuk, dia diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio dan selama jabatan menteri negara itu ditugaskan Presiden Soekarno merencanakan, merancang dan merumuskan gambar lambang negara.Dia lah Sultan Hamid II yang berasal dari Pontianak.

Dia teringat ucapan Presiden Soekarno, bahwa hendaknya lambang negara mencerminkan pandangan hidup bangsa, dasar negara Indonesia, di mana sila-sila dari dasar negara, yaitu Pancasila divisualisasikan dalam lambang negara. Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis M Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, M A Pellaupessy, Moh Natsir, dan RM Ng Purbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah.


Merujuk keterangan Bung Hatta dalam buku “Bung Hatta Menjawab” untuk melaksanakan Keputusan Sidang Kabinet tersebut Menteri Priyono melaksanakan sayembara. Terpilih dua rancangan lambang negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M Yamin.

Pada proses selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR RIS adalah rancangan Sultan Hamid II. Karya M Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari dan menampakkan pengaruh Jepang.

Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RIS Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu. Terjadi kesepakatan mereka bertiga, mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”.

Tanggal 8 Februari 1950, rancangan final lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno. Rancangan final lambang negara tersebut mendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan, karena adanya keberatan terhadap gambar burung garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap bersifat mitologis.

Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah disempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali-Garuda Pancasila. Disingkat Garuda Pancasila. Presiden Soekarno kemudian menyerahkan rancangan tersebut kepada Kabinet RIS melalui Moh Hatta sebagai perdana menteri. AG Pringgodigdo dalam bukunya “Sekitar Pancasila” terbitan Dep Hankam, Pusat Sejarah ABRI menyebutkan, rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS. Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali Garuda Pancasila masih “gundul” dan “tidak berjambul” seperti bentuk sekarang ini. Inilah karya kebangsaan anak-anak negeri yang diramu dari berbagai aspirasi dan kemudian dirancang oleh seorang anak bangsa, Sultan Hamid II Menteri Negara RIS.

Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes Jakarta pada 15 Februari 1950. Penyempurnaan kembali lambang negara itu terus diupayakan. Kepala burung Rajawali Garuda Pancasila yang “gundul” menjadi “berjambul” dilakukan. Bentuk cakar kaki yang mencengkram pita dari semula menghadap ke belakang menjadi menghadap ke depan juga diperbaiki, atas masukan Presiden Soekarno. Tanggal 20 Maret 1950, bentuk final gambar lambang negara yang telah diperbaiki mendapat disposisi Presiden Soekarno, yang kemudian memerintahkan pelukis istana, Dullah, untuk melukis kembali rancangan tersebut sesuai bentuk final rancangan Menteri Negara RIS Sultan Hamid II yang dipergunakan secara resmi sampai saat ini.


Sumber : jelajahunik

Friday

Batu Permata Kalimaya Indonesia Terbaik di Dunia



Indonesia kaya akan sumber daya alamnya. Mulai dari tumbuhan, hewan hingga bebatuan. Indonesia juga negara penghasil batu permata yang indah. Batu permata kalimaya atau juga dikenal dengan sebutan opal dari Kabupaten Lebak hingga kini terbaik di dunia karena memiliki aneka warna yang bagus dibandingkan dari Australia atau Amerika Latin.  

“Selama ini permintaan batu kalimaya, baik domestik maupun mancanegara cukup tinggi,” kata Nong, seorang kolektor batu kalimaya di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak (7/1).


Nong mengatakan, selama ini batu permata kalimaya asal Kabupaten Lebak memiliki keunggulan dibandingkan dari negara lain di dunia. Kelebihan batu kalimaya Kabupaten Lebak, selain warna tidak menghilang juga sangat mempesona jika melihat aneka warna, seperti hitam, coklat, kuning ungu, biru dengan warna pelangi.

Menurut dia, kalimaya memiliki jenis warna, di antaranya Kalimaya Putih, Kristal Hijau, Kristal Pelangi, Kristal Hijau, Teh dan Kopi, Pelangi, Kristal susu dan lain-lain. “Semua jenis warna kalimaya memiliki daya tarik tersendiri juga pancaran warna pelangi dapat berubah-ubah. Itulah kelebihan permata asal Lebak,” katanya.

Dia menyebutkan, penghasil batu kalimaya di Kabupaten Lebak tersebar di Kecamatan Maja, Sajira dan Cimarga karena daerah tersebut terdapat urat tambang kalimaya.
Sedangkan, untuk mendapat batu permata tersebut dengan melakukan eksploitasi secara tradisional, yakni menggali lubang ke bawah tanah hingga puluhan kilometer. “Jika terdapat batu kalimaya di bawah tanah maka terlihat pancaran sinar,” katanya.
Sementara itu sejumlah pedagang batu kalimaya di Rangkasbitung mengaku saat ini permintaan batu kalimaya cukup tinggi sehingga banyak pengunjung yang datang ke sini bisa transaksi hingga puluhan juta rupiah.  “Kami pernah menjual batu kalimaya yang sudah berkembang warnanya dijual Rp40 juta,” kata Lili, pedagang batu kalimaya di Rangkasbitung.

Sumber: MediaIndonesia

Tuesday

2012, Pemkot Bandung Bangun Kereta Gantung

Bandung - Guna mengatasi kemacetan yang terjadi di Kota Bandung, Pemkot Bandung akan membangun kereta gantung (cable car) pada 2012 mendatang.

Pada tahap awal pengembangan, kereta gantung tersebut akan menggunakan
jalur Kampus Universitas Kristen Maranatha (Jalan Surya Sumantri), Mall Paris Van Java (Jalan Sukajadi), dan Kompleks Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB (Jalan Taman Sari) yang biasanya sering terjadi kemacetan. Jalur tersebut kurang lebih mencapai 3 Km.


 


"Lima tahun ke depan kemacetan di kota ini akan semakin parah, untuk itu harus adalah solusi nyata guna mengatasi kemacetan, salah satunya dengan kereta gantung ini," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bandung Taufik Rachman, kepada wartawan usai mengikuti sosialisasi "Aplikasi Konsep Park and Ride Melalui Sarana Cable Car di Kota Bandung" di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Selasa (15/3/2011).


Taufik mengatakan, dengan kereta gantung, banyak keuntungan yang didapat, selain untuk mengatasi kemacetan. Kereta gantung sangat ramah lingkungan karena tidak mengeluarkan emisi gas buang, dan tidak menimbulkan polusi suara.

Selama ini kereta gantung hanya dipergunakan untuk kebutuhan wisata. Ada beberapa kota di dunia yang sudah menggunakannya untuk alat transportasi massal seperti di Medellin, Kolombia.

Berbagai Kelebihan yang dimiliki oleh kereta gantung yaitu hemat energi, serta kapasitas angkutan yang lebih besar dari bus. Pasalnya dengan kapasitas delapan orang per kabin, kereta gantung dapat mengangkut 2.800 orang per jam, atau setara dengan 40 penumpang dalam satu bus.


Sumber : http://www.inilah.com/read/detail/1325122/2012-pemkot-bandung-bangun-kereta-gantung